SUKADAMAI, Lombok Timur – Kepala Desa Sukadamai, Hilman Hakim, memberikan sambutan hangat dan penuh apresiasi atas kehadiran mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari STMIK Syaikh Zainuddin NW Anjani yang akan melaksanakan pengabdian masyarakat di wilayahnya. Dalam sambutan tersebut, Hilman Hakim menegaskan bahwa kehadiran mahasiswa di bidang teknologi informasi, khususnya IT dan Artificial Intelligence (AI), menjadi angin segar bagi pembangunan desa di tengah pesatnya perkembangan zaman.
Kepala Desa Sambut Positif Kolaborasi Bidang Teknologi
Dalam pertemuan bersama mahasiswa KKN, Hilman Hakim menyampaikan rasa syukur karena desa yang ia pimpin mendapat kesempatan berkolaborasi dengan generasi muda yang memiliki latar belakang keilmuan sains dan teknologi.
“Alhamdulillah tiang merasa terbantu dengan keberadaan adik-adik kami dari terkait dengan science, teknologi yang sedang marak-maraknya saat ini. Mudah-mudahan kita, kami warga bisa kolaborasi dengan hal-hal teknologi termasuk IT dan juga yang AI,” ujar Hilman Hakim di hadapan mahasiswa.
Ia mengakui secara terbuka bahwa dirinya sebagai kepala desa masih terus belajar mengikuti perkembangan teknologi digital, termasuk kecerdasan buatan (AI) yang belakangan menjadi topik hangat di berbagai kalangan. Karena itu, ia menyambut baik kehadiran mahasiswa KKN sebagai mitra konsultasi bagi dirinya maupun perangkat desa dalam menghadapi era digitalisasi.
KKN, sebagai bagian dari upaya membangun koordinasi yang lebih terstruktur dan hangat sejak awal.
Ajakan Membangun Desa Melalui Berbagai Sektor
Hilman Hakim mengajak mahasiswa untuk tidak hanya berfokus pada program berbasis teknologi informasi, tetapi juga turut ambil bagian dalam program-program lain yang telah berjalan di tingkat dusun. Ia menekankan pentingnya koordinasi lintas pihak, mulai dari Kepala Dusun (Kadus), Ketua RT, hingga perangkat desa lainnya.
Menurutnya, Desa Sukadamai memiliki potensi pendidikan yang cukup besar untuk digarap bersama mahasiswa KKN. Desa ini memiliki satu Sekolah Menengah Pertama Negeri, yaitu SMP Negeri 3 Jerowaru, serta dua Sekolah Dasar yakni SD 1 Sukadamai yang berlokasi dekat masjid, dan SD 2 Sukadamai yang berada di Dusun Senanti Utara. Selain itu, terdapat sekitar enam lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) serta Taman Pendidikan Al-Quran (TPQ) yang tersebar di berbagai dusun.
Hilman Hakim berharap mahasiswa dapat menularkan ilmu-ilmu positif kepada anak-anak di lingkungan desa, sekaligus membantu masyarakat semakin bijak dalam menyikapi perkembangan teknologi yang semakin masif.
Pelibatan dalam Kegiatan Keagamaan dan Jumat Bersih
Sebagai desa dengan mayoritas penduduk beragama Islam, Hilman Hakim juga mengajak mahasiswa, khususnya yang berasal dari latar belakang UIN, untuk turut ambil bagian dalam kegiatan keagamaan, termasuk kemungkinan mengisi khutbah Jumat di masjid-masjid desa.
Ia menjelaskan bahwa Desa Sukadamai memiliki empat masjid yang tersebar di beberapa titik, yakni masjid utama di dekat kantor desa, masjid di Posko 1, masjid di Dasan Lendang, dan masjid di Dusun Senanti. Kegiatan rutin Jumat Bersih yang biasa dimulai dari kantor desa kemudian dilanjutkan ke masjid-masjid tersebut akan diatur secara bergilir agar seluruh wilayah mendapatkan perhatian yang merata.
“Kemerataan itu penting ya, jangan sampai kita nanti istilahnya dalam bahasa Sasak, selek setoe selek setoe mundalem doang,” ujar Hilman Hakim mengingatkan pentingnya pemerataan kegiatan di seluruh dusun.
Rencana Dokumentasi Profil Desa
Selain program pendidikan dan keagamaan, mahasiswa KKN juga diminta untuk membantu proses dokumentasi profil desa dalam bentuk video maupun foto. Hilman Hakim menekankan bahwa dokumentasi tersebut harus dikemas serapi dan seaktual mungkin, sesuai dengan kondisi monografi wilayah tanpa adanya rekayasa.
Salah satu mahasiswa yang turut hadir dalam pertemuan tersebut juga menyatakan kesiapan untuk mendokumentasikan berbagai kegiatan desa, termasuk acara-acara resmi yang membutuhkan dukungan foto dan video.
50 Mahasiswa PPL Segera Bergabung
Di sela-sela pertemuan, terungkap pula informasi menggembirakan bahwa sekitar 50 mahasiswa Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) dari Anjani juga dijadwalkan untuk mengabdi di wilayah Desa Sukadamai dalam waktu dekat. Kabar ini disambut hangat oleh kepala desa maupun mahasiswa yang hadir, sebagai bentuk semakin luasnya dukungan (nanta.)









